Katrina mengerutkan bibirnya. Seperti biasanya, kakaknya itu tidak pernah menyambut kedatangannya. Namun, dengan acuh tak acuh pula ia mengambil tempat duduk di samping sang kakak dan merebut minuman dari tangan kakaknya tersebut. Sayangnya, sebelum ia sempat meneguknya, Kaizer telah merebut dari tangannya kembali. “Katakan saja apa keperluanmu ke sini! Tapi, aku peringatkan padamu, aku tidak punya waktu untuk membereskan kekacauanmu. William juga tidak bisa membantumu karena dia sendiri sudah lelah semalaman,” cetus Kaizer dengan tegas. Bibir Katrina semakin mengerucut panjang. Ia pun mendengkus kesal, lalu bergumam, “Memangnya di wajahku selalu tertulis biang kerok atau pembuat onar apa?” Kaizer tersenyum smirk. “Sepertinya memang begitu,” ledeknya, kemudian langsung meneguk minumanny

