Deru napas Kaizer bergerak semakin cepat. Ia melesat tanpa melihat sekitarnya lagi dan membuka pintu di depannya dengan satu gebrakan keras, lalu ia menengadahkan kepalanya ke atas. Saat ini ia sedang berada di atap gedung hotel. Angin yang berembus dengan kencang menerpa wajah dan tubuhnya, tetapi ia tidak mempedulikannya. Manik matanya yang berubah merah pekat tengah memandang kegelapan malam yang terhampar di atasnya. Terlihat wajah sang rembulan yang sedang bersembunyi di balik kegelapan tersebut. Namun, samar-samar ia melihat sinar bulan sedikit demi sedikit menjadi semakin pekat yang menandakan bahwa waktu yang dimilikinya tidak tersisa banyak lagi. Terlihat sosok William Caprice yang telah menunggunya sejak beberapa menit yang lalu. Pria itu berdiri di samping landasan helikopter

