“Jadi kamu wanita yang menjadi istri putraku?” Wanita yang memiliki paras sangat terawat meskipun telah berusia berabad-abad itu mengangkat satu alisnya dan menatap Krystal dengan tajam. Meskipun suaranya terdengar lembut, tetapi bagi Krystal, pertanyaan yang dilontarkannya mengandung makna yang cukup mendalam. Krystal pun bergegas keluar dari mobil dan berdiri di samping Kaizer. Ia menatap wanita itu dengan perasaan waswas. Tatapan wanita yang diketahuinya sebagai ibu kandung Kaizer tersebut sangat menekannya. Seulas senyuman melengkung dengan terpaksa di bibir Krystal. Rasa khawatir dan takutnya semakin bertambah saat berhadapan dengan ibu mertuanya tersebut. “Ternyata seperti ini wanita pilihanmu, Kai,” ucap Elizabeth Lorraine, ibu kandung Kaizer. Nada suara wanita itu terdengar di

