Bab 44

1376 Kata

"Terus, ketawa terus, jangan berhenti sebelum aku sumpal mulutmu dengan kaus kakiku!" Wajah kusut Fatih semakin kusut tatkala Daniel semakin gencar menggodanya. Ada rasa kepuasan tersendiri baginya untuk menggoda Fatih, kapan lagi kalau bukan sekarang. Nurul mengamati wajah suaminya yang terlihat masam. Dari sinar matanya, ia tahu kalau suaminya itu pasti sedang menahan malu lantaran godaan Daniel. "Dek!" Fatih memanggil Nurul. Ia tahu kalau Nurul sedang mengamatinya. "Ada apa?" Nurul menggeleng. Senyum terukir di bibirnya. "Tidak apa-apa. Aku hanya mengingat kembali masa itu, kalau diingat-ingat sekarang apa yang Abang lakukan itu lucu." Senyum yang tadi kini berubah menjadi kekehan halus. "Benar, kan? Kalau dipikir-pikir sekarang cerita kalian itu lucu. Aku saja kadang-kadang g

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN