Part 38 "Lo makin cantik pake baju serapih ini apalagi pakai pakaian seragam pekerja tetap." Malik memandang tampilan Cantika dari bawah ke atas atas. "Ah gitu kah?" Cantika tersenyum saat Malik memujinya dan membuat hatinya yang sebelumnya gelisah menjadi lebih tenang perlahan. "Lo kayak gugup banget." Malik juga memperhatikan gerak-gerik Cantika yang sepertinya masih belum nyaman berada disini. "Enggak kok," jawab Cantika bohong. Gadis itu menggosokan kedua telapak tangannya sendiri bermaksud mengurangi rasa gundahnya hati. Ini pertama kalinya bekerja dan langsung bekerja di rumah makan sebesar ini. "Eleh bohong." Malik mencebikkan bibirnya dan menoel pipi Cantika. "Ish enggak." Cantika mengusap pipi kasar, bekas tangan Malik yang menoel pipinya baru saja. "Ish iya." Malik m

