"Tik." "Astaga gue dari tadi nyariin ternyata disini." Sosok gadis berponi itu bernapas lega dan duduk di samping Cantika. Cantika duduk sendirian di taman belakang sekolah yang masih dibangun namun bangunan taman itu hanya tinggal memberi bunga saja dan telah selesai semuanya termasuk tatanan bangku taman. "Maaf Lan, gue gak bilang kalau ada disini. "Gak masalah, lo pasti sebenarnya pengen sendiri buay nenangin pikiran." "Tau aja lo." Tebakan Melani sangat benar sekali, setelah ditinggal pergi oleh Malik membuat Cantika lesu dan entah ingin pergi kemana yang berakhir ke tempat ini. "Iya tau lah, kita temanan sudah dari lama. Tadi gimana lo sama Malik?" tanya Melani penasaran. Tadi temannya pamit kepadanya keluar kelas lebih dulu untuk menemui Malik tapi malah ia temui temannya in

