"Beneran lo cuman sama Cantika doang, gak usah sembunyiin sesuatu dari gue deh. Gue punya bukti soalnya," ucap Malik dari seberang sana. Zidan kebingungan sendiri lalu menggosok dahinya dan mempersiapkan diri saat akan membalas ucapan Malik. Sedangkan Cantika begitu fokus memperhatikan gelagat Zidan yang tiba-tiba aneh ketika sedang berteleponan dengan Malik dan membuatnya semakin penasaran apa yang sedang mereka bicarakan. "Gue beneran lagi sama Cantika doang." "Oh lo sekongkol sama dia kan sekarang, lo berani bohongin gue dan setega itu lo ke temen sendiri." Zidan memejamkan matanya dan berat rasanya berbohong kepada temannya sendiri demi menjaga rahasia orang lain. Ia melirik Cantika dan menatap wajah gadis itu tidak tega namun disisi lain dirinya harus mengorbankan suatu jal yang

