Malik terpaksa berhenti setengah jalan demi bisa bersamaan dengan Cantika walau tetap saja Cantika mengabaikannya di tengah jalan. Cantika mengayuh sepedanga begitu santai karena masih pagi dan Malik mendengus sebal harus menunggu Cantika agak jauh baru menjalankan motornya. Sangat lama menderita di jalanan akhirnya tibalah dia di sekolah dan langsung bergegas memarkirkan motornya Zidan yang ternyata si pemilik motor itu sudah menunggunya sedari tadi dan kini menatapnya tajam. "Heh maksudnya apa-apaan lo nuker motor gue?!" Zidan mendelik dan berkacak pinggang menghampiri Malik yang baru saja selesai memarkikan motor. "Hukuman buat lo yang berani bohongi gue." Sebelum datang ke rumah Zidan, Malik telah meminta izin terlebih dahulu kepada ibunya Zidan dan diberikan kunci oleh ibunya sehi

