Ibu semringah menerima hasil test kecocokan ginal dengan pasien. “Alhamdulillah,” gumamnya memeluk hasil test itu. ibu segera memasukkan kembali hasil testnya kea lam tas. Kepalanya mulai berpikir keras bagaiamana caranya agar Widi dan Nayla tidak curiga padanya kalau dialah yang mendonorkan ginjalnya pada Widi. Setelah oprasi nanti, ia harus dirawat secara intensif selama satu atau dua bulan. Bagaimana mungkin Widi tidak bertanya soal itu nanti? “Sudah, bu? kita pulang?” tanya sopir menoleh kebelakang. “Saya ingin ke rumah Arman sebentar. Tolong bawasaya ke sana,” “Baik, bu,” sahut mulai menjalankan mobil keluar dari parkiran rumah sakit. Ibu berpikir untuk mendiskusikanya dengan Arman. Ia berharap, Arman mau membantunya merahasiakan kalau dirinya sudah mengajukan diri sebagai pendono

