Part 79.

1749 Kata

Bian menyelinap diantara teman-temannya yang sibuk mencari sopir jemputan mereka, ia sengaja bersembunyi di balik punggung kakak kelasnya agar terhalang dari pandangan sopir yang sudah menunggunya di gerbang. Ia berjalan menyusuri jalan trotoar, tidak tahu mau kemana, yang ia inginkan hanya menghindar dari pandangan sopir. Langkah kecilnya terus berjalan menyusuri trotoar keci di pinggir jalan raya, ia tidak peduli jalan mana yang akan membawanya samai ke Bogor. Keringat bercucuran merembes dari keningnya. Bian menghapus keringat itu dengan lengan baju. Sesekali ia berhenti untuk minum dari sisa botol minum yang dibawanya dari rumah. Ia masih belum berani menyetop sebuah kendaraan yang akan ditumpanginya. Entah mengaa tiba-tiba ia takut membayangkan ia hanya berdua saja dengan orang yan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN