Sudah sepuluh menit sejak dokter keluar dari ruang UGD, dan sejak itu juga Alea masih terduduk di lantai dengan air mata yang terus mengalir. Viona masih setia di dekat Alea, ia juga menangis, rasanya ia bisa merasakan apa yang dirasakan oleh Alea sekarang. "Al, ayo berdiri, liat mama Lo untuk yang terakhir kalinya. Lo harus liat dia Al, jangan kayak gini, kuatin diri Lo ya". Alea menoleh menatap Viona dengan mata yang sudah sembab. "V-vi, gue belum ngomong apa-apa tapi mama gue udah ninggalin gue aja. Gue bahkan belum sempet marahin dia karena udah ninggalin gue". Viona mengalihkan pandangannya ke sembarang arah, ia berusaha keras untuk menahan isakan yang ingin keluar dari mulutnya. Sungguh Viona sangat tidak menyukai pemandangan Alea yang seperti ini, gadis yang bisanya kuat dan din

