Alea terdiam menatap benda pipih di tangannya, benda itu menunjukkan dua garis merah, Alea tidak bisa berkata-kata rasanya saat melihat benda itu. Tampa sadar ia menggigit bibir bawahnya, ia harus segera memberitahu Bara tentang hal ini, tetapi saat ini Bara tidak di rumah, tadi pria itu pamit kepada Alea untuk keluar dan mengajak Reno olahraga sore di sekitar komplek rumah mereka. Alea keluar dari kamar mandi dengan langkah tergesa-gesa kemudian mencari ponselnya yang ia taruh di atas kasur. Dengan raut wajah paniknya Alea meletakkan ponselnya di depan telinganya ketika ponselnya itu berdering dengan nama Bara disana. ''Halo? kenapa sayang?'' ''Kamu dimana Bar?'' ''Aku di taman komplek sama Reno, kamu kenapa kok suaranya kayak orang panik gitu?'' ''Kamu pulang sekarang juga!'' ''Ka

