Bara dan Alea sudah tiba di apartemen, sepanjang perjalanan Alea hanya diam dia tidak pernah menatap Bara. Bahkan jika Bara mengajaknya berbicara Alea hanya akan menjawab tanpa menatap wajah cowok itu. Saat berjalan di lorong yang tertuju ke pintu apartemennya Bara dan Alea dibuat berhenti karena melihat sekumpulan pemuda sedang duduk lesehan di depan pintu apartemen mereka, tidak semua sih ada satu yang berdiri bersandar di dinding. "Ngapain kalian?" Tanya Bara kepada teman-temannya. Ya sekumpulan pemuda itu adalah teman-teman Bara. "Nungguin Lo lah, kita ini mau main. Lo kemana aja sih! Kita udah capek nunggu, jadi terpaksa duduk lesehan kayak gembel gini" Ucap Lio sambil memberenggut. "Iya nih Bar, lutut gue rasanya udah remuk gara-gara nungguin Lo" Timpal Budi. "Salah sendiri mau

