DUA PULUH DUA

2271 Kata

"Dev!" Sahut Reza sambil mengangkat tangannya, Devano segera mengoper bola di genggamannya ke arah Reza, laki laki itu langsung melemparkan bola tersebut ke arah ring dan memberikan 2 poin pada timnya. "Yes!" sahutnya bahagia. "Tinggal dua poin lagi." Gumam Devano sambil tersenyum. Matanya yang tajam menatap Kezia yang duduk disamping pak Budi. Perempuan itu memberikan sebuah senyuman untuk menyemangatinya. "You can do it." Ucap Kezia tanpa mengeluarkan suara. Devano mengangguk sambil menyisir poninya ke belakang, membuat murid-murid perempuan sekolahnya teriak sesak nafas dari atas sana. "Lebay anjing!" Sahut Abdi. "BACOT LO!" Pertandingan sengit itu akhirnya dapat berakhir dengan lemparan three poin oleh Faiz. Laki laki yang di sebut sebagai personel terlemah di Eagles itu membukt

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN