"Devano Julio!! Bangun!!" Sahut Kezia sambil mengguncang-guncangkan tubuh Devano. "Apa sih Kei? Gue ngantuk banget ini." Gumam Devano dengan mata terpejam. Bukannya berhenti Kezia malah mengguncang tubuh Devano semakin kencang lagi. Anak laki laki ini kalau tidur emang sebelas dua belas sama mayat. Sudah tiga hari Devano tinggal di rumah ini, dan seperti yang Kezia katakan, Alfonso tidak mempermasalahkan hal tersebut. Alfonso tau kalau Kezia sangat sulit untuk akrab dengan orang lain semenjak ibunya meninggal, dan Devano adalah orang pertama yang bisa membuat Kezia kembali ekspresif seperti dulu. Di hadapan Devano, Kezia mampu mengutarakan pendapatnya, tidak selalu mengalah seperti saat berhadapan dengan orang lain, Kezia juga mau tertawa bahagia dan menangis di depan Devano. Laki laki

