“Ada apa?” Andrea berdiri dengan cepat ketika namanya dipanggil. Suster tersebut tersenyum, “Dicariin sama suaminya, Bu.” Hati Andrea begitu lega, dia segera masuk ke dalam ruangan itu meski harus dipakaikan baju khusus sebelumnya. Dia berjalan pelan dan mendekat ke arah Calvin yang sepertinya masih setengah sadar. “Cal,” panggil Andrea. Lelaki itu tampak tidak merespons, matanya hanya terbuka setengah namun dia tersenyum saat namanya dipanggil. “Rea,” panggil Calvin dengan suara yang sangat kecil. “Keadaannya sudah membaik, ini hanya efek dari obat bius. Pasien akan segera kami pindahkan,” ucap perawat itu lagi. Andrea memegang tangan Calvin, mengelusnya pelan. Hatinya merasa haru dan lega yang luar biasa, akhirnya badai mereka lewat juga. Tidak lama kemudian Calvin sudah dibaw

