“Jadi mau pergi kapan?” tanya Calvin. Andrea mengangkat bahunya namun tidak menatap Calvin. Dia sedang memainkan ponselnya. “Aku sih terserah saja.” Calvin mencebik, dia lalu berjalan menghampiri Andrea dan mengambil ponsel istrinya itu dan membuangnya ke samping. “Salah satu alasanku menyukaimu adalah karena kamu satu-satunya perempuan yang tidak pernah menjawab terserah. Jadi sekarang katakan kapan kamu mau pergi untuk bulan madu kedua kita?” tanya Calvin lagi, kini dia menatap Andrea secara intens. Andrea diam sejenak lalu menarik nafas panjang dan mendorong tubuh Calvin pelan. “Minggu depan saja bagaimana? Minggu depan jadwalmu banyak yang kosong. Pekerjaan yang ada serahkan saja ke departemen yang ada,” jawab Andrea. Calvin tersenyum miring lalu menarik Andrea kembali untuk men

