Calvin mengambil beberapa berkasnya dan kembali bekerja, dia kembali melirik ke arah Andrea yang sedang tertidur karena baru saja diberi obat beberapa waktu yang lalu. Calvin menarik nafas panjang dan membuangnya kasar, ini terasa sangat berat. Perusahaannya membutuhkan dia namun dia tahu kalau Andrea sangat membutuhkannya sekarang. Calvin kembali mengambil ponselnya dan menelepon pegawainya. “Ini laporan keuangan untuk bulan kemarin kenapa angka marketingnya tinggi sekali? Memangnya kit ada promosi apa?” tanya Calvin. Dia pun dengan saksama mendengar penjelasan pegawainya lalu kembali memainkan jarinya di papan ketik laptopnya sambil menjepit ponselnya di telinga. “Coba pangkas lagi, ini di saya bisa dapat turun sepuluh persen,” ujar Calvin. Setelah itu dia menutup panggilan itu dan

