“Adek! Jangan diambil itu lego kakak!” Benne berteriak pada adik bayinya yang sudah bisa merangkak dan tengah mengambil satu potongan lego miliknya. Benne dengan cepat merebut potongan lego itu lagi membuat Belleva menangis. Benne sudah jengah, dia tidak peduli dan kembali meneruskan kegiatan untuk merangkai barunya. “Kakak!” Calvin masuk ke ruang bermain anak-anaknya setelah mendengar suara tangisan Belle. “Kok adiknya dibikin nangis sih?” Calvin sudah duduk di lantai sambil mengambil Belle dan mengendongnya. “Dia ambil lego kakak, Papa.” Benne membela diri. “Iya, tapi itu dibujuk dong adiknya,” ujar Calvin lagi. Benne tidak menjawab, dia masih asyik bermain permainan merakit itu. “Ayo minta maaf dulu ke Adik,” ujar Calvin lagi. Benne bergeming di tempatnya. “Benne,” panggil Calv

