Sesama Jones

507 Kata
Para penghuni kosan pada kembali ke kamar untuk istirahat, begitu pula Udin yang ingin VC dengan cewek nya. Mba Sera juga balik ke kamar karena dia capek dan pagi-pagi sudah masuk kerja. Hingga tersisa gue, Ilham dan Michelle di teras itu yang masih ngobrol. "Eh gue mau beli guday freeze dulu ya di bu Minah selagi belum tutup" ucap Ilham "Sekalian cuy nitip" sahut gue "Kamu mau juga Sel? " tawar gue ke Misel "Boleh.. " jadwal Misel "Ya udah nih duit nya, sekalian aja ama Misel" gue kasih duit 10k ke Ilham lalu dia berlalu ke warung bu Minah sebelah kosan dan menyisakan kami berdua di situ. "Eh suara Misel bagus juga ya" puji gue membuka obrolan "Hehehe enggak kak, biasa aja" jawab dia "Sering karaoke an ya hayoo" canda gue "Enggak kok, jarang. Mungkin karena aku sering kebaktian kak, jadi bisa nyanyi sedikit-sedikit heheh" Gue memang sudah tau kalau dia non muslim, selain dari wajah nya, dia juga menggunakan kalung salib di d**a nya yang menunjukkan dia umat Kristiani (sekali lagi NO SARA ya). "Kamu kuliah? Kerja?" tanya gue beruntun "Emm masih kuliah kak, semester 3" jawab dia "Lohh, sama berarti ya" ucap gue "Emang kak Juan kuliah semester 3 juga? Di mana?" tanya dia balik "Iya... Di **** tau?" jawab gue "Iya tau dong kak, aku sering lewat situ juga hehehe" ucap Misel sambil tertawa kecil yang membuat gue suka banget melihat wajah dia. "Kamu di mana?" tanya gue balik "Eh panggil Juan aja, jangan panggil kak lah. Berasa tua banget aku hahaha, kan kita seangkatan juga" lanjut gue "Di *** kak.. Eh Juan hihi" jawab dia "Ohhh oke oke" Si Ilham pun datang membawa 3 es kopi di tangan nya, lalu kembali ngobrol-ngobrol bersama kami berdua. Tak berselang lama.. "Eh gue mau masuk dulu ya, pengen rebahan nih" pamit Ilham "Lah santuy sih cuy. Abisin dulu es nya" sahut gue "Abisin di kamar aja lah, mau sekalian nelpon bebeb juga nih hehe" ucap Ilham "Ohh yowesss (ya udah)" jawab gue "Awas tuh Misel jangan di apa-apain.." ucap Ilham "Iya aman. Paling pegang-pegang dikit lah cuk" canda gue asal ceplos Misel hanya tertawa mendengar candaan gue dan Ilham "Hahaha b*****t. Dah lah duluan ya.. " jawab Ilham sambil beranjak "Iyaaaa" jawab gue dan Misel berbarengan Ucapan gue dan teman-teman cowok emang bar-bar, tapi kami tau kok kalau itu cuma cara kami untuk saling meng akrab kan diri aja dan tentunya tidak akan ada yang tersinggung. Kami juga berbicara bar-bar hanya ke sesama teman kok Akhirnya tinggal kami berdua yang tersisa di teras itu. "Kamu gak ikut telponan sama bebeb tuh kaya Udin sama Ilham?" ledek dia "Hmmm bebeb dari mana, gak punya Sel hahaha" jawab gue santai "Yaaahh kasian jones yak" lanjut ledek dia "Yeee bodooo" sahut gue "Sama kok hihihi" ucap dia "Nah kan.. Sesama jones juga tuh sok-sokan ngeledek ya" ucap gue sambil di ikuti ketawa kami berdua "Eh Misel.. Berarti umur kamu 19 juga? Atau lebih muda?" "Dih apaan sih, nanya-nanya umur ke cewek. Gak sopan tau" jawab dia sambil cemberut
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN