Esok paginya … Indari masuk ke café ketika mengantarkan Adisty ke sekolah, ia sebenarnya malas ke café hari ini, namun karena usahanya sedang naik daun dan akan membuka cabang café baru, ia pun harus ke café dan mengatur segala sesuatunya dan beberapa karyawannya yang ada di Jakarta akan pindah ke cabang yang baru. Sebenarnya … Indari tak perlu bekerja terlalu keras seperti ini karena ia juga kaya raya dan bisa membeli apa pun, namun ia mengerti bahwa hidup bukan tentang uang saja dan bukan melulu soal kekayaan, namun kebahagiaan dan kegiatan yang dapat membuat Indari senang dan bisa melupakan segalanya. Indari terkejut ketika melihat Sammy tengah menikmati kopi dan sepotong roti bakar dengan toping coklat caramel diatasnya. Indari menghentikan langkah kakinya. “Pagi, Ri,” ucap Indari.

