Prahara 38 - Mengalah

1395 Kata

Indari terus menyuapi Radika, membuat lelaki itu tak menyadari jika makanan yang Indari suapkan kemulutnya telah habis dan terus membuatnya membuka mulut, Indari tertawa dan membuat Radika pun tertawa, keduanya tertawa dan Raisa yang mendengarnya dari luar menghela napas halus. Ternyata seperti itu senyum Radika, yang tak pernah sekali pun ia lihat dan ia pandang didepan matanya. Radika selama ini tidak pernah senyum dan tertawa seperti itu. “Apa kamu mau memakan piring ini juga?” tanya Indari lalu memberikan gelas air putih kepada Radika dan Radika pun meminumnya hingga tandas. Setelah Radika meminum dan ia makan dengan lahap, Indari lalu turun dari ranjang dan duduk dikursi dekat ranjang pasien, Indari menatap wajah Radika, wajah pucat itu berhasil membuatnya khawatir. Radika tersenyum

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN