Indari bangun dari pembaringannya ketika ia mimpi buruk, Indari menghela napas ketika melihat kemeja yang tanpa sengaja ia beli untu Radika, Indari mimpi bahqa Radika bubuh diri dan melompat dari gedung 33 lantai, Indari terus membuang napas, ia mersa lega ketika tahubahwa semuanya hanya mimpi, meski mimpi itu membuatnya seperti hampir gila. Indari mengambil ponselnya diatas nakas dan mendial nomor Radika, ia harus mengecek Radika saat ini. Indari terus menunggu suara beep, ia hanya ingin memastikan agar ia bisa kembali tenang. Radika mengambil ponselnya diatas nakas, lalu membuka pejaman matanya sesaat dan melihat nama Indari dilayar ponselnya, Radika menyunggingkan senyum, ia bahagia sekali ketika mendapatkan telpon dari wanita yang ia cintai. ‘Kamu dimana?’ tanya Indari tanpa basa-ba

