Indari masuk ke café dengan perasaan yang gundah, semangatnya tak ada lagi, Radika sudah kembali ke asalnya dan tak akan ada lagi pria itu didalam hari-harinya. Sedih? Sudah pasti sedih karena semenjak Raisa mengatakan bahwa ia dan Radika sudah putus, setidaknya Indari memiliki harapan baru, yang bisa digenggamnya. Indari menoleh dan melihat Raisa yang tengah mengatur kuenya didalam box kaca, Indari semringah ketika melihat wanita yamg sudah lama ia tak lihat. Indari menghampiri Raisa dan menepuk punggungnya, ditaruhnya tas miliknya diatas meja kasir. Raisa menoleh dan melihat Indari. “Sa, kamu kemana aja?” tanya Indari. “Eh kamu, Ri,” kata Raisa. “Aku kira siapa yang menepukku. Kita bisa bicara, ‘kan?” “Bisa donk,” jawab Indari. Indari dan Raisa lalu duduk di salah satu kursi pengun

