Setelah pesta selesai, Radika membuang jasnya dan membuka dasinya lalu dengan kasar dan membuangnya kesembarangan tempat, ia masih kesal dengan perkataan Hanzie yang selalu membicarakannya diam-diam, jika bukan karena Aldi, ia sudah membuat wajah Hanzie babak belur. Aldi dan Haris masuk ke kamar hotel Radika. "Ris, kamu siapkan tiket untukku ke Indonesia," perintah Radika. "Tapi Anda banyak jadwal, Pak, dan wajib untuk menghadirinya," jawab Haris. "Lo harus tenang, Ka, jangan langsung emosi dan membuat karir lo hancur." "Tuan Han memang seperti itu sejak dulu, Pak, semua itu sudah dipastikan karena iri pada popularitas Anda." "Haris, kamu paling hebat jika membuat alasan. Bukankah begitu? Karena itu aku mempertahankanmu sampai saat ini. Katakan saja pada mereka dan Aldi yang akan men

