Prahara 47 - Sedih

1319 Kata

Indari sampai di rumahnya dan melihat Runa dan Linem sedang bertempur di dapur, meski malam telah menunjukkan pukul 10, Indari menghampiri kedua pekerjanya itu. “Run, kenapa kamu pulang? Apa Adisty memintamu pulang?” tanya Indari membuat Runa menggelengkan kepala. “Nggak, Bu, Pak Sam yang menyuruh saya pulang, katanya ia dan istrinya bisa mengurus Adisty,” jawab Runa. “Oke kalau begitu,” jawab Indari membuat Runa dan Linem mengangguk. Indari lalu menaiki tangga dan meninggal dua pekerjanya itu, ia lemas sekali, seperti tak memiliki tenaga karena melihat perubahan sikap Radika yang sejak pertama mereka bertemu tadi, sudah banyak diam dan lebih banyak murung, Indari sudah mencoba menanyakan masalah apa yang tengah dihadapi Radika, namun Radika tak pernah memberinya jawaban yang jelas dan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN