Saat ini Asya sedang berada di apartemennya, semakin lama perutnya terlihat semakin membuncit. Orang-orang yang melihatnya pasti sudah bisa menduga kalau saat ini ia sedang hamil, rasanya Asya ingin menangis saat ini juga. Tatkala banyak orang-orang yang menanyakan di mana keberadaan ayah dari calon bayi dalam kandungannya, ayah dari anak ini adalah Iza. Asya tidak terima ia sengsara dan merasa malu sendirian, sementara Iza hidup bahagia bersama dengan Ika. Padahal, seharusnya Iza ikut andil dalam membantunya mengurus buah hati yang ada di dalam kandungannya, seperti memberi perhatian dan kasih sayang, serta kebutuhan khusus untuk gizi anak yang ada di dalam perutnya. “Mengapa kamu harus ada di perutku? Mengapa juga tidak ada yang mau peduli padamu? Tidak papanya, tidak Iza, mereka tidak

