Biru dan keluarganya kini sudah berada di Puncak namun berbeda villa dengan keluarga Jingga. “Kenapa di sini, Ma?” tanya Biru. “Kenapa nggak langsung ke villa Jingga?” “Kita istirahat dulu di sini ya! Mama mau tidur dan siap-siap dulu. Nanti sore baru kita ke sana.” Biru menghela napasnya. Ia tidak bisa menolak karena ini kemauannya seorang ibu negara rumah tangga di rumahnya. Kasihan juga mamanya yang harus ke sini walaupun keadaan belum sepenuhnya fit. “Biru ke villa sendirian aja boleh nggak?” tanyanya lagi. “Mau ketemu Aurora. Biru pikir Aurora ikut Jingga ke sini.” Putih yang berada di belakangnya menyambar dengan kalimat, “aku ikut.” “Bocil nggak usah ikut. Nyusahin.” “Dari pada kak Biru makin ngerepotin.” “Lah lo pikir lo nggak repotin gue kalau ikut gue? Kakak mau ketemu Au

