Diana terenyuh. Benarkah dirinya hamil? Bukankah ia pernah bilang jika penglihatan Helena itu lebih canggih dari pada alat kedokteran atau cenayang? Diana menunduk menatap perutnya yang masih rata. Tak sengaja ia tersenyum memikirkan jika ada seseorang di dalam rahimnya. Tapi senyuman itu hanya sebentar saat tahu mengenai hubungannya dengan Ethan. Dulu Diana bertekad akan membuat Ethan jatuh cinta padanya selama mereka di Indonesia dan Eropa. Tapi Ethan tidak menunjukkan tanda-tanda itu. Pria itu masih sama saat pertama kali mereka bertemu. Ethan hanya menginginkan tubuhnya, tidak dengan hatinya. Dan hanya dengan pemikiran itu, Diana ingin menangis. Apakah ini akhir dari kisahnya? Kenapa bisa senaas ini... “Fuck... Apa itu Ethan, Diana?” Hera berbisik. Diana hanya diam. Masih sibuk deng

