Diana dan Rachel menikmati waktu santai mereka dengan sarapan ringan di sebuah kedai. Mereka tertawa bersama hingga Ethan datang. Ethan mengecup pipi Rachel dan bibir Diana -yang langsung memerah- sebelum duduk di tengah-tengah Rachel dan Diana. Sungguh, Diana masih belum terbiasa dengan sikap Ethan yang seperti itu. Apalagi ini di negara asing, yang Diana takutkan budaya negara mereka berbeda. “Apa yang kulewatkan?” tanya Ethan seraya memesan air mineral kepada pelayan yang mendekatinya. “Banyak,” ujar Rachel dan Diana bersamaan. Setelah itu mereka kembali terkikik. Ethan menggelengkan kepalanya melihat tingkah laku adiknya dan Diana yang terlihat kompak. Ia melirik 3 piring sarapan Diana yang bersih lalu melirik 2 piring adiknya yang satunya sudah bersih dan satunya masih banyak. “C

