#18

967 Kata

"Kita mau kemana?" tanyaku. Altez mengajakku bertemu semalam, tapi kutolak karena lelah seharian membelikan barang-barang titipan. Akhirnya kami sepakat bertemu di pagi hari. Aku mengusulkan bertemu di taman seberang kompleks Kemuning. Alasannya klasik, aku belum siap mengenalkan Altez ke Ibu saat kisah cintaku dan Raffi-sialannya-bukan-Ahmad belum genap sebulan usai. Sekarang kami di sini, di SUV hitam Altez, membelah jalanan menuju ke sebelah timur kota. "Temani aku," kata Altez sambil melirikku. "Kemana?" Aku harus waspada. Sudah lima malam Altez gagal mencopot celanaku. Itu alasan yang cukup bagi Altez menyimpan siasat tertentu untuk menjebakku. "Ke Bali." "Hah?" "Ya?" Aku menganga selama mengulang jawaban Altez dalam kepala. Satu tangan Altez mengelus pipiku. Saat itulah aku su

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN