"Apa ini?" Aku menyisir ruangan yang baru dibuka Altez. Sebuah ruang tamu dengan satu set sofa berbahan kulit hitam menyambut kami. TV layar datar lebar terpasang di dinding seberangnya dan fasilitas home theatre tersimpan apik di meja kayu persis di bawah TV. "Apartemenku," jawab Altez dengan nada geli. Aku memutar badan, lalu meletakan tangan di pinggang. "Kamu ajak aku ke sini untuk hire aku jadi asisten rumah tangga?" tanyaku bercanda. "Nggak." Altez merangkul bahuku, membimbingku duduk di sofa hitam, sementara dia berlutut di depanku. Secara mengejutkan, Altez membantuku membuka sepatu. "Aku hanya ingin mengajak kamu ke sini dan memasakan kamu makan malam," kata Altez setelah melepas kedua sepatuku. "Tunggu sebentar." Altez meninggalkanku. Dia masuk ke salah satu ruangan di uj

