#68 Pernah aku merasa gelisah tanpa alasan. Kemudian ada sesuatu yang buruk terjadi. Contohnya, beberapa bulan yang lalu. Aku gelisah sepanjang hari tanpa sebab. Bekerja nggak tenang, pulang nggak nyaman, istirahat pun susah lelap. Sampai akhirnya aku diajak bertemu Raffi sialannya bukan Ahmad. Kegelisahanku menjadi semacam firasat akan datangnya peristiwa menggemparkan. Waktu itu aku diputuskan menggunakan alasan ‘kamu terlalu baik’— yang sekarang alasan itu diganti menjadi aku selingkuh dengan sahabatku sendiri. Kegelisahan itu kembali datang. Aku gelisah sepanjang hari. Nafsu makanku merosot. Istirahat juga susah. Aku nggak paham. Ada perasaan mengganjal yang merongrong, tapi nggak jelas alasannya. Aku menarik napas sembari memencet nomor Kirman. Meski takut, aku harus mencari tahu a

