Mewarisi ilmu

1018 Kata

Tepat saat Harto akan sampai di dahan tempat jenazah ibunya duduk, ia menghentikan pergerakannya. Bau busuk dan anyir menguar memenuhi rongga pernafasannya. Dari jarak yang lumayan dekat, dapat Harto lihat bagaimana wajah ibunya. Kepala sang ibu masih bergerak pelan ke kiri dan ke kanan. Tatapan matanya kosong tapi terlihat liar. Hampir saja Harto memilih turun dan menyerah, tapi ia mengurungkan niatnya. Kesempatan ini tidak akan datang dua kali. Jika saat ini ia tidak berhasil membawa turun sang ibu, maka musibah dan teror akan semakin bertambah mengerikan. "Har, cepat! Apa yang kamu tunggu? Jangan sampai ibu melesat pergi!" teriak kakak tertuanya dari arah bawah. Lamunan Harto buyar, dengan sisa tenaga yang masih tersisa. Ia kembali memanjat dan menggapai dahan pohon yang lumayan ko

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN