Pov Nana 2

1006 Kata

Pagi akhirnya menjelang. Kicauan burung terdengar merdu, menyambut cuaca cerah hari ini. Aku terbangun dari tidur singkat tadi subuh. Setelah ditemukannya ibu, hidupku menjadi tak karuan. Begitu pula dengan jam tidur yang tidak beraturan lagi. "Sudah bangun Yank?" tanya mas Harto, mendekat ke arahku dengan nampan berisi makanan di tangannya. Malu sekaligus tidak enak menjalar di hatiku. Aku ini istri, satu-satunya perempuan yang ada di rumah ini. Tapi, aku malah bangun kesiangan. Mas Harto sudah bangun, mungkin yang lainnya juga sudah. "Ayo makan dulu! Setelah itu, kita keluar menemui yang lain. Katanya, ada yang ingin dibicarakan," ucap mas Harto, menyodorkan sesendok makanan ke arah mulutku. Aku menghindar. Baru juga bangun tidur, masa iya, langsung menyantap makanan. "Kenapa? Kam

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN