Rombongan walikota memasuki sebuah gang. Meskipun sirine mobil pengawalan tidak dibunyikan tapi tetap mengundang perhatian beberapa warga. Orang-orang keluar dari dalam rumah. Mereka memandang iring-iringan mobil itu dengan wajah penasaran. Ketiga mobil rombongan walikota parkir di tanah kosong. Semua pengawal bersiaga, mengambil posisi masing-masing untuk melindungi walikota secara penyamaran. Iron keluar mobil lebih dahulu. Ia membukakan pintu untuk Nayla. Nayla sengaja tidak langsung turun. Ia menatap mata Iron yang menunggunya turun. Jika sebelumnya ia selalu kalah setiap kali bertatapan dengan lelaki itu, kali ini ia beranikan diri menatapnya lekat-lekat. Iron merasa kaget. Ia menjadi salah tingkah. Namun ia berhasil mengendalikan perasaan. "Silakan, Ibu Walikota." Nayla tetap be

