78

944 Kata

Seperti yang kuduga, Ibu mertua mengadu pada suamiku, aku yang kebetulan melewati ruang kerja pribadi Mas Hamdan mendengar ibu mertua melaporkan perbuatanku pagi tadi. Pintu yang tertutup, tak membuatku terhalang untuk menyimak apa saja percakapan mereka. "Dia sudah mulai keterlaluan," desis ibu mertua. "Keterlaluan gimana Bu?" "Dia mulai mengancamku, dia mulai berani menunjukkan perlawanan hanya karena aku menyetujui pernikahanmu dengan Haifa." "Seorang wanita mungkin wajar merasa cemburu, tolong maafkan dia." "Tidak bisa, harusnya dia yang lebih muda yang minta maaf pada Ibu, jangan keterlaluan macam itu. Tanpa restu dariku, kalian tak akan bisa menikah," jawabnya sengit. "Aku akan bicara pada Yanti." "Beraninya ia bilang bahwa aku pilih kasih, kuberikan anakku padanya, kuberikan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN