65

827 Kata

Tanpa banyak bertanya lagi, kubiarkan Mas Hamdan untuk istirahat, dia rebahkan diri sambil terus memijit keningnya. Kuhampiri dia dan kuraba tubuhnya yang sedikit hangat. Sepertinya dia kurang sehat atau malah ada hal yang membuat dia tidak baik baik saja. "Terakhir kali kau minum apa di resto sore tadi." "Kopi," jawabnya. "Apakah setelah itu kepalamu pusing dan dadamu berdebar?" "Iya, lalu entahlah, lamat lamat kudapatkan diriku di klinik." Iya, Fix, dia sepertinya menelan obat perangsang dan bius. Entahlah, salah satu dari itu mungkin, aku agak awam dengan obat obatan. Tapi, aku yakin, suamiku baik baik saja saat dia berangkat kerja tadi, anehnya dia sakit di sore hari. Itu tidak masuk akal. "Baiklah, tidurlah." Aku masih tetap berusaha tenang dan merangkul suamiku yang pada akhir

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN