“Arkan, sebelum kamu pergi Pak Heru Narendra ingin bertemu.” Pria dengan kemeja putih yang tengah membereskan barang-barang miliknya yang ada di atas meja itu menengok sebentar ke arah HRD-nya dari kubikelnya, barulah mengangguk. “Langsung aja ke lantai paling atas,” ucap HRD di kantornya. Selama dua tahun enam bulan menjadi karyawan di perusahaan ini, ini pertama kalinya untuk Arkan bertemu langsung dengan pemimpin perusahaan tempatnya selama ini berkerja. “Lo kayaknya ditawarin jadi Manejer,” ucap seorang temannya dari kubikel sebelah. “Enggak mungkin,” balas Arkan menggeleng. Bagaimana dirinya bisa ditawari menjadi seorang Manejer saat surat pengunduran dirinya sudah berada di laci meja HRD perusahan ini dua minggu yang lalu? Setelah menghabiskan waktu cukup lama untuk berpikir.

