DRTTT! DRTTT! DRTTT! DRTTTT! Arkan menggerang dari tidurnya ketika mendengar bunyi ponselnya yang begitu berisik, pria itu meraba-raba tangannya ke arah nakas yang ada di samping tempat tidurnya. Lalu dengan perasaan malas yang luar biasa, ia membuka matanya dan melihat siapa yang menelpon. Irish, sekretarisnya. Jika biasanya Arkan akan melompat langsung dari tempat tidur ketika mendapat panggilan dari Sekretaris—yang biasanya mengingatkan bahwa Arkan telat masuk. Kali ini pria itu malah tersenyum kecil sambil melirik ke arah wanita yang tidur dengan tenang di sampingnya. Arkan menolak panggilan itu, ia tidak mau membuat Ayu yang sedang tertidur nyenyak terbangun karena suaranya. Sebagai gantinya, Arkan memberi pesan pada Irish bahwa ia tidak bisa masuk kantor hari ini. Ponselnya ke

