“Selamat datang kembali, Pak Arkan!” Arkan yang mendengar sambutan dari Sekretarisnya tergelak, walau Arkan beberapa hari yang lalu mengurus kantor Ayahnya tapi lelaki itu tetap datang ke kantornya sendiri setiap hari paling tidak satu jam untuk mengecek hal yang penting. Tapi, Arkan menerima sambutan itu dengan sukacita sebab ia akhirnya bisa kembali bekerja penuh waktu di kantornya kembali. Ayah dan Bundanya sudah kembali kemarin namun Kak Kharisma belum bisa pulang karena kondisi suaminya yang sedang dalam masa pemulihan. “Ini apa, Rish?” tanya Arkan ketika melihat ada beberapa tumpukan kertas warna-warni diatas mejanya. “Itu undangan pernikahan untuk Pak Arkan,” jawab Irish, gadis manis yang baru saja menyelesaikan pendidikan sarjananya. “Emang lagi musim nikah apa sampai sebany

