Part 27

1822 Kata

Menunggu. Jika dulu saat masih berstatus sepasang kekasih, Bima yang selalu menunggu Ayu di kursi panjang kantin—entah itu sambil bermain game online atau menyedot jus apel kesukaaannya yang pasti pria itu akan menunggunya hingga selesai membantu pekerjaan ibunya di warung. Namun, sekarang telah berbeda, kini Ayu yang selalu menunggu kepulangan Bima padanya dengan rasa gelisah, berharap pria itu selalu mengingat bahwa ia adalah rumah bagi pria itu untuk pulang. Rumah yang menjadi tempat mereka membangun keluarga bersama-sama.  Sesuatu hal yang sangat diidamkan oleh Bima. “Yu, Bima jemput jam berapa?” tanya Siti ketika melihat putri sulungnya sedang menyiapkan sarapan. “Eh, jam... kayaknya jam 10-an, Bu,” jawab Ayu yang sendiri juga bahkan tidak tahu namun karena tidak mau membuat ibun

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN