BEBERAPA hari sudah berlalu dan kini hari itu tiba, hari yang paling tidak diingankan oleh Rosé. Hari ini adalah hari pertemuan keluarga antara keluarga Rosé dan keluarga calon Suaminya.
“Rosé.” panggil Mama Rose begitu wanita paruh baya itu membuka pintu kamar Rosé.
“Iya Ma.”
“Udah mandi nak?”
“Belum, kenapa Ma?”
“Mandi sana, siap-siap. Kita pergi jam 2.”
“ Hmm? Mau pergi kemana Ma?”
“Pertemuan keluarga sayang.”
“Loh Ma, hari ini ya?”
“Iya, makanya sana kamu buruan siap-siap. Terus dandan yang cantik dan jangan pake dress ya.” ucap Mamanya lagi.
Rosé hanya diam mendengar ucapan Mamanya.
“Dengar Rosé?”
“Hmm, dengar Ma.”
“Yaudah buruan siap-siap.”
Rosé langsung beranjak pergi ke kamar mandi sedangkan Mama Rosé memilih untuk keluar dari kamar putrinya. Sebelum mandi, Rosé mencoba mengingat tanggal sambil berdebat dengan dirinya kenapa waktu harus berganti hari dengan cepat.
♥♥♥♥♥
Dua jam kemudian setelah Rosé menyelesaikan seluruh seragkaian ritual mandi dan make-upnya. Rosé keluar dari kamarnya dan turun untuk menemui Mamanya. “Udah lah ya, gua udah cantik dari sananya juga. Jadi gak perlu dandan cantik..”
“Mama..” panggil Rosé sambill menuruni satu persatu anak tangga
“Astaga Rosé!” teriak Mama Rosé begitu melihat Putri semata wayangnya itu.
“Apa Ma? Mama kenapa teriak-teriak?”
“Ganti baju! Ini pertemuan keluarga! Kenapa pakai baju yang nampain perut gitu hm?”
Saat ini Rosé memakai atasan crop tee berwarna pink fanta yang dipadukan dengan bawahan rok setengah lulut yang berwarna senada..
“Tapi Ma--”
“Ganti Rosé!” ujar Mama memotong ucapan Rosé.
Dengan rasa malas Rosé memilih naik ke kamarnya setelah mengiyakan permintaan Mamanya untuk menganti bajunya. Rosé mengganti bajunya dengan perasaan kesal tentunya. Setelah mengganti baju, Rosé beserta orang tuanya langsung pergi ke tempat yang di janjikan, yaitu Le Mission Caffe.
♥♥♥♥♥
“Hai Jeng.” sapa seorang wanita begitu Mama Rosé masuk ke dalam caffe yang di janjikan.
“Hai, udah lama?” balas Mama.
“Belum kok..”
“Maklumin ya Jeng kalau lama, tadi anak ku ganti baju dulu. Maklumkan mau ketemu sama calon mertua, jadi harus terlihat cantik..”
“Hahaha. Bisa aja Jeng. Ngomong-ngomong anaknya mana nih, gak sabar mau ketemu.”
“Sama Papanya, dia itu kalau udah ada Papanya nempel terus.”
“Anak cewek emang gitu ya Jeng. Ohh iya kenalin ini anak ku..”
Anak laki-laki yang sedari tadi berada di meja yang sama dengan kedua wanita itu menyapa Mama Rosé, dan setelahnya dia Kembali melanjutkan memainkan ponselnya.
“Ganteng aslinya Jeng dari pada foto.” ucap Mama Rosé memuji anak laki-laki yang akan menjadi menantunya itu.
“Anak siapa dulu dong..” ujar ibu dari anak laki-laki itu, disusul dengan Mama dan Mami tertawa bersamaan.
“Ma..” panggil Rosé.
“Nah ini anak nya dateng. Sini sayang..”
Mami melihat seorang anak perempuan yang memakai midi dress biru tanpa lengan dengan rambut panjang yang terurai dengan indahnya.
“Cantik banget anak kamu Jeng.” puji wanita yang sedari menjadi lawan bicara Mama Rosé.
“Iya dong Jeng.”
Anak laki-laki yang merupakan calon Suami Rosé itu sama sekali terlihat tidak tertarik untuk melihat Rosé. Karna sedari tadi dia masih saja sibuk dengan ponselnya.
“Hai Tante.” sapa Rosé pada wanita yang merupakan calon mertuanya itu. Sapaan singkat dari Rosé itu berhasil membuat anak laki-laki itu langsung berhenti memainkan ponselnya..
“Gua kenal suara ini.” batin anak laki-laki itu.
“Hai sayang, cantik banget sih kamu.”
Rosé hanya tersenyum lembut menanggapi ucapan teman Mamanya itu.
“Oh ya , kenalin ini anak Tante.” ujar wanita itu sambil menepuk pundak putranya. Rosé langsung melihat kearah yang di tunjuk Mami..
“Apa Mi?” ujar anak laki-laki itu.
“Itu calon Istri kamu udah dateng, jangan main hp aja!” tegur wanita itu.
JK melihat kearah depannya. Di depannya sudah berdiri Rosé, wanita yang selama 2 tahun ini dicarinya.
“Anne?” batin JK sambil melihat Maminya..
“Yang ini Mi?” tanya JK sambil menunjuk Rosé.
“Iya, cantik kan?” ucap Mami sambil tersenyum.
JK hanya terdiam sambil melihat kearah Rosé.
“Kenapa lo lagi lo lagi? Dari 7 miliyar orang di dunia ini, kenapa orang itu harus lo J? 2 tahan gua sia-sia sekarang. Bahkan ngebantah pun gua Gak bisa sekarang.” batin Rosé sedih.
“Kalian gak pengen kenalan? Emang udah saling kenal?” tanya Mami.
“Rosé.” ujar Rosé cepat sambil mengulurkan tangannya. JK menaikan alisnya melihat Rosé memperkenalkan dirinya sambil mengulurkan tangannya..
“Permainan apa yang mau lo mainin Anne?” batin JK dengan mata yang tidak berhenti menatap Rosé.
“Jungkook. Panggil JK aja.” ucap JK sambil menjabat tangan Rosé, dan seketika JK menatap Rosé dengan wajah bingung.
“Ini ketiga kalinya kita ketemu setelah 2 tahun ini Rosé dan ini ketiga kalinya tangan lo gemetaran gua pegang. Dan terlebih kenapa senyum lo susah buat gua lihat lagi sekarang?” batin JK lagi.
“Yaudah sana kalian ngobrol berdua sana. Biar ada chemistry nya..” ujar Mami dengan nada exited.
“Iya, biar gak canggung kalau nikah bulan depan ya kan Jeng.”
“Haha iya Jeng..” jawab Mami JK dengan semangat.
“WHAT?!” teriak Rosé dalam hati.
“Apa Mi? Kapan?” tanya JK kaget.
“Bulan depan..”
“Kok gak ngasih tau Jungkook dulu Mi?”
“Lah kamu katanya iya iya aja, gimana sih?”
JK terdiam sesaat, kemudian menatap Rosé. “Emang Rosé mau? Rosé udah setuju?
“Sialan ini orang! Kenapa harus mancing gue?!” kesal Rosé dalam hati.
“Rosé.” Gimana? Kamu mau kan?” tanya Mama.
“Jawaban yang Rosé mau gak akan pernah Mama terima, jadi buat apa di tanya lagi ma.” jawab Rosé sedikit berbisik pada Mamanya.
“Jawab yang bener Rosé.” bisik Mama Rosé.
Rosé menghela nafas kasar, dan dengan berat hati Rosé berkata “Kalau Rosé terserah aja..”
“Tuh Jungkook, Rosé nya mau..” ujar Mami JK.
“Lo terpaksa Anne.” batin JK.
“Ma, Rosé ke toilet dulu ya.” pamit Rosé.
“Iya sayang.”
Rosé berdiri dari duduknya dan pergi ke toilet yang tanpa Rosé sadari jika dia diikuti oleh JK. Sesampai di toilet JK menunggu diluar sementara Rosé masuk ketoilet. Tak lama Rosé keluar dari toilet. JK langsung menahan tangan Rosé, Rosé melihat tangannya yang dicengram oleh orang. Sedetik kemudian Rosé melihat siapa yang mencengram tangannya yang tak lain adalah JK, Rosé langsung menunjukkan wajah marahnya.
“Lepas!” ujar Rosé dengan nada dingin.
“Kalau gue gak mau, gimana?” tanya JK sambil tersenyum miring.
“Gua teriak..”
“Come on Anne, lo tau itu percuma. Lo sama gua pergi dari table yang sama..”
Rosé hanya terdiam. Sedetik kemudian JK maju mendekat ke arah Rosé sedangkan Rosé mundur. Sampai akhirnya Rosé gak bisa mundur lagi dan JK ngunci gerak gerik Rosé dengan tangannya..
“Mau lo apa?!”
“Mau gua?” tanya JK sambil mendekatkan wajahnya pada Rosé yang diikuti dengan refleks Rosé menutup matanya.
“Gua mau penjelasan!” ucap JK dingin.
Rosé membuka matanya dan menatap JK tajam.
“Lo gak mau ngejelasin?” tanya JK sesaat melihat reaksi jawah Rosé.
JK menyelipkan rambut Rosé dibelakang telinganya. “Tenang aja, gua bakal jumpai lo setiap hari. Sampai lo mau ngejelasin sama gua, sampai lo ngasih tau gua kenapa lo ninggalin gua dulu.”
“Lepasin!” pinta Rosé lagi dengan kesal. Namun bukannya melepaskan cengkramannya, JK malah semakin menekan tangan Rosé.
“Sakit.” ujar Rosé dengan nada tertahan dan mata yang berair. Refleks JK langsung melepaskan tangan Rosé yang di cengkramnya. Setelah JK melepaskan tangannya Rosé langsung memegang pergelangan tanganya itu dan pergi meninggalkan JK..
“Kenapa lo gemetaran pas gua pegang tadi dan kenapa lo gemetaran setelah tau gue yang megang tangan lo?” tanya JK sambil melihat punggung Rosé yang semakin menjauh.
“Apapun yang terjadi lo harus jelasin semuanya sama gua Anne dan apapun yang terjadi gua harus dengar penjelasan dari lo Anne. Kita masih punya waktu yang panjang.” ujar JK dalam hati.
Setelah cukup lama Rosé Kembali, JK juga ikut Kembali ke meja tempat pertemuan mereka. Begitu duduk JK langsung melihat kearah Rosé yang nunduk begitu melihat JK Kembali.
“Papa.” panggil Rosé pelan.
“Iya sayang.”
“Ini masih lama?”
“Sepertinya masih sayang. Inikan sekalian acara perunangan kalian.”
Rosé menghela nafas panjang.
“Kenapa sayang?”
“Rosé bosen Pa.” ucap Rosé sambil mengerucutkan bibirnya.
“Sabar ya sayang.”
Rosé Kembali menghela nafas panjang. “Iya Pa..”
Tak lama setelah menentukan tanggal pernikahan Rosé dan JK, juga Rosé dan JK tukar cincin sebagai tanda pertunangan mereka. Ya kini keduanya sudah resmi menjadi sepasang tunangan.