Kakak sepupunya Yuni sepertinya puas dengan apa yang dikatakan Fandy Diponegoro jadi menganggukkan kepala. "Benar katamu, si i***t ini mungkin juga tidak mampu mengganti anggur merah itu, jadi hanya bisa melakukan ini!" Kakak sepupunya Yuni menyipitkan mata dan menatap Welly dengan keji, lalu tersenyum dan bergumam, "b******n, kalau memang kamu berani melakukan ini, maka jangan salahkan aku jika tidak sungkan!" Kemudian dia berkata keras pada Welly, "i***t, kalian lanjutkan permalukan diri di sini saja. Aku tidak menemani kalian bermain lagi. Namun kamu tenang saja, masalah hari ini tidak akan berakhir begitu saja. Kamu berani membuang anggur merahku, maka jangan salahkan aku tidak jika berperasaan!" Setelah mengatakannya, Kakak sepupunya Yuni lantas berbalik pergi. Fandy

