Fans

969 Kata

Setelah berdamai dengan diri dan menyelesaikan hajatnya, diapun keluar dari toilet. Di depan toilet wajahnya beradu pandang dengan Setyawan. Ada tatapan tanda Tanya, “ngapa pula di kunci toilet umum?” Rudi menatap dengan tajam seakan masih menyisakan rasa cemburu. “Silahkan”. Katanya berbasa-basi, padahal dia tahu bahwa ada yang tidak beres diantara mereka. Sesampai di mobil di lihatnya wanita yang telah membakar hatinya, namun tetap diberikan senyuman. “Setyawan Nunggu depan toilet”. Kata Nirmala sembari memarahinya “maaf”. Katanya tenang, sedangkan jiwanya masih saja marah “kamu baik-baik saja kan?” “yess, its good”. “ada yang menganggu?” insting Nirmala mulai bermain, biasanya temannya biasa saja sekarang terasa berbeda. Rudi hanya diam sejenak, pura-pura tidak mendengar. Dia

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN