Happy Reading❤ ⭕⭕⭕ Emosi Iqbal semakin meledak, karena dokter itu, tidak kunjung menjawab. Dia hanya diam dan menunduk. Sialan! "Jawab pertanyaan saya, dok! Bukan, malah diam jadi patung!" ujar Iqbal dengan nada tinggi. Kedua sorot matanya sangat tajam. Dokter itu mendongakan kepalanya. Ia menghela napas beberapa kali. "Saya nggak bohong, Zara memang tidak apa-apa." "Ya terus, kenapa dokter kaya ketakutan gitu?!" "Karena, anda berbicara dengan nada tinggi seperti itu. Lagian, kalo saya bohong, apa untungnya buat saya?" Iqbal terdiam dan mencerna semua ucapannya. Ia, menatap dokter itu. Sepertinya, percuma saja jika ia harus berdebat dengan dokter. Dan, pasti jawabannya akan tetap sama. Iqbal menarik napas panjang dan menghembuskannya. Ia bangkit dari duduknya. Iqbal pergi dari r

