22. Hanya Berharap

1317 Kata

Happy Reading?! ⭕⭕⭕ Petir semakin bergumuruh, tetesan air hujan mulai turun dan jatuh ke tanah. Gadis berambut sepunggung itu masih setia menunggu seseorang yang di harapkannya akan datang. Zara mendongak menatap ke atas, ia bisa merasakan tetesan air mata sang awan yang menerpa wajahnya. Ia mengangkat tangan kirinya dan sudah menunjukkan jam setengah sembilan, Iqbal masih belum datang juga. Zara membuka tas selempang kecilnya, ia mengeluarkan ponselnya dan akan menelpon Iqbal, namun ia urungkan niatnya saat melihat nomor yang tidak di kenal mengirim sebuah foto. Ia membuka roomchat itu dan melihat foto apa yang orang itu kirim. Degh! Zara terkejut melihatnya, dadanya seakan sesak seperti ada benda tajam yang menghantam dadanya. Gumpalan bening pun langsung lolos dari pelupuk mata

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN