Happy Reading?! ⭕⭕⭕ Anya masih mematung dan membeku di tempat. Ia melotot bukan main saat pisau itu malah menancap di perut Ares. Anya sudah gemetaran. Ia sebaiknya pergi dari sini, daripada harus mendekam di dalam jerusi besi. Baru saja Anya ingin kabur, namun dengan cepat Iqbal langsung menahan Anya. "Lepas! Lepasin aku, Iqbal!" "Lo harus tanggung jawab, Anya!" Iqbal terus menahan pergerakan Anya. "Enggak! Aku nggak salah Iqbal! Yang salah tuh, Zara! Dia, yang udah buat aku jadi kayak gini!" Iqbal tidak mempedulikannya. Ia kemudian meraih ponselnya dan menghubungi Selatan, serta yang lain, untuk bergegas ke sini. Disisi lain, Ares masih berdiri di sana. Ia meremas perutnya yang sudah mengeluarkan banyak darah. Kedua kakinya sudah melemas, tubuhnya langsung terjatuh di tana
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


