“Selamat ya, permainan kamu bagus,” ucap Alea memberi semangat pada kemenangan kekasihnya lagi siang ini. “Makasih, Sayang. Tapi sorry ya, aku sampe sekarang belum bisa jadi MVP,” jawab Nathan yang masih belum merasa puas dengan kemenangannya. “Gak papa. Yang penting kamu menang.” Alea melihat ke tangan yang sempat terluka. “Tangan kamu gak papa?” Nathan melihat tangannya juga. “Gak kok.” “Than, mau ikut makan gak?” tanya Raka sebelum mereka meninggalkan lapangan. Nathan melihat ke Alea. “Mau gabung ama mereka apa jalan sendiri?” “Terserah kamu aja. Tapi mampir minimarket dulu bisa gak?” Nathan mengangguk. “Ok.” “Bareng aja gw!” Nathan menjawab ajakan Raka. Semua anggota tim segera beranjak meninggalkan lapangan. Nathan menyuruh Alea berjalan lebih dulu, sambil membawa botol minu

