“Gimana Vi, apa kata dokter?” tanya Nathan. Vivi kembali menunduk sedih. Dia juga mulai terisak, meski mereka masih berdiri di depan ruang pemeriksaan. Nathan menoleh ke Alea. Dia bingung harus berbuat apa dan memberi isyarat agar Alea menanyai Viona. Tapi Alea malah menggeleng. Dia pasti akan mendapat perlakuan kasar lagi dari Viona. Nathan yang mengerti, sebenarnya juga enggan untuk bertanya, tapi dia merasa kasihan melihat Viona menangis seperti itu. “Vi, kenapa? Jangan nangis,” ucap Nathan sambil menepuk pelan punggung Viona. Viona kembali memasukkan dirinya ke dalam pelukan Nathan. Tentu saja hal ini membuat Nathan kaget sampai mengangkat kedua tangannya. Viona yang terus menangis, mengabaikan perasaan Alea yang kembali teriris. Nathan menatap kekasihnya dan semakin bingung. “

